<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MySalman</title>
	<atom:link href="http://mysalman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mysalman.wordpress.com</link>
	<description>Learning Never End...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Apr 2011 09:47:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mysalman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MySalman</title>
		<link>http://mysalman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mysalman.wordpress.com/osd.xml" title="MySalman" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mysalman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menunda Pernikahan Sebab dan Solusinya</title>
		<link>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/menunda-pernikahan-sebab-dan-solusinya/</link>
		<comments>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/menunda-pernikahan-sebab-dan-solusinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 02:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MySalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysalman.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Menikah merupakan sunnah (jalan hidup) para nabi dan rasul &#8216;alaihimus salam sebagaimana difir-mankan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala , &#8220;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.&#8221; (Ar-Ra&#8217;d: 38) Menikah juga merupakan nikmat Allah kepada hamba-hamba- Nya yang dengannya akan diperoleh maslahat dunia dan akhirat, pribadi dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=16&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content">
<div class="entry-body">
<p>Menikah merupakan sunnah (jalan hidup) para nabi dan rasul &#8216;alaihimus salam sebagaimana difir-mankan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala ,<br />
&#8220;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.&#8221; (Ar-Ra&#8217;d: 38)</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p>Menikah juga merupakan nikmat Allah kepada hamba-hamba- Nya yang dengannya akan diperoleh maslahat dunia dan akhirat, pribadi dan masyarakat, sehingga Allah menjadikannya sebagai salah satu tuntutan syara&#8217;. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman,<br />
&#8220;Dan kawinkan-lah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.&#8221; (QS. 24:32)</p>
<p>Menunda nikah kalau kita perhatikan, kini telah menjadi sebuah fenomena di masyarakat yang cukup menarik perhatian berbagai kalangan. Penundaan tersebut memiliki beberapa sebab, di antaranya ada yang berkaitan dengan keluarga dan masya-rakat, ada pula yang terkait langsung dengan para pemuda dan pemudi sendiri. Di bawah ini di antara sebab-sebab yang menjadikan para pemuda dan pemudi menunda nikah:</p>
<p>1.. Lemahnya Pemahaman Syar&#8217;i Tentang Nikah. Seseorang jika tahu bahwa sesuatu itu adalah ibadah, maka segala apa yang dihadapinya akan tampak lebih ringan. Halangan dan rintangan yang ada, meskipun berat akan dihadapi dengan lapang dada dan penuh kesabaran, sehingga urusan menjadi terasa lebih mudah. Di dalam nikah, terdapat beberapa bentuk ibadah, di antaranya: Untuk menjaga para pemuda dan pemudi dari perbuatan negatif dan dosa dan untuk melahirkan generasi pilihan yang siap beribadah kepada Allah, mendirikan shalat, berpuasa dan berjuang di jalan-Nya.</p>
<p>2.. Biaya yang Berlebihan Angka rupiah yang melambung tinggi untuk biaya nikah terkadang menjadi momok tersendiri bagi para pemuda, sehingga hal itu menjadi beban bagi dirinya dan keluarganya. Masalah ini biasanya lebih dikarenakan alasan adat, ikut-ikutan, gengsi atau mengikuti trends. Ini semua menyalahi ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam dan merupakan penghalang bagi pemuda-pemudi untuk menikah.</p>
<p>3.. Terikat dengan Studi Sebagian pemuda ada yang tidak memikirkan nikah sama sekali, kecuali setelah selesai studinya. Bahkan hingga tingkat pasca sarjana atau doktoral di luar negeri, hingga bertahun-tahun. Demikian pula dengan para pemudinya yang kuliah untuk dapat mengejar jenjang akademisnya, hingga mengabaikan masalah pernikahan.</p>
<p>4.. Kekeliruan Cara Pandang Terhadap Pemuda Pelamar Ketika ada seorang pemuda melamar gadis maka yang pertama ditanyakan adalah apa pekerjaannya dan berapa penghasilan atau gajinya. Dan karena penghasilan yang kurang besar, banyak para pemuda yang tidak diterima lamarannya, padahal tidak seharusnya demikian.</p>
<p>5.. Banyaknya Pengaruh dari Orang Lain. Baik itu dari tetangga, kerabat, teman atau sesama pemuda, padahal mereka bukanlah orang-orang yang faham ilmu syar&#8217;i. Orang-orang tersebut memberikan pertimbangan- pertimbangan yang kurang proporsional sehingga menjadikan lemah dan kendornya semangat untuk menikah.</p>
<p>6.. Belum Ketemu yang Didambakan. Ada sebagian pemuda yang menunda-nunda nikah karena mencari wanita yang betul-betul memenuhi kriteria impiannya, sempurna dari semua segi. Bahkan boleh jadi ada yang membatalkan lamaran karena si wanita tadi kurang tinggi beberapa senti saja. Demikian pula dengan pemudinya yang mendambakan laki-laki yang sempurna dari segala sisi, sehingga setiap ada pemuda yang melamar selalu ditolak karena tidak memenuhi kriteria yang didambakan.</p>
<p>7.. Kurang Adanya Kerja Sama di Masyarakat. Kerjasama di masyarakat untuk saling memberi informasi pemuda-pemudi yang siap menikah, dirasakan masih kurang.</p>
<p>8.. Merebaknya Media yang Merusak Seperti menampilkan acara-acara yang menggambarkan permasalahan- permasalahan rumah tangga, perteng-karan suami istri, antara istri dengan keluarga suami dan lain-lain. Hal ini berpengaruh, ketika seorang pemuda akan melamar, yaitu munculnya persangkaan negatif dan rasa curiga yang berlebihan.</p>
<p>9.. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab di Kalangan Pemuda. Tidak adanya keseriusan seorang pemuda di dalam mengemban tang-gung jawab hidup, terkadang meru-pakan penghalang untuk menikah. Mereka merasa amat berat dan lemah menghadapi kehidupan, apalagi kehidupan rumah tangga. Karena mereka tumbuh dan terbiasa dalam kondisi santai, serba enak dan dimanja.</p>
<p>10.. Banyaknya Media dan Tempat Hiburan. Maraknya tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang merusak, ditambah dengan sarana transportasi dan telekomunikasi yang tidak dimanfaatkan dengan benar menjadikan fitnah tersebar di mana-mana. Maka tak jarang pemuda atau pemudi asyik dan terlena dengan semua itu, sehingga tidak ada perhatian sama sekali terhadap nikah.</p>
<p>11.. Budaya Hubungan Pranikah (pacaran) Jika seorang pemuda mengikat hubungan dengan pemudi sebelum menikah, maka pada dasarnya sama saja dengan menjerumuskan diri ke dalam bahaya dan kesulitan. Hal ini juga berdampak kepada si gadis, ketika akan dilamar, maka mungkin dia menolak dengan alasan telah ada hubungan dengan pemuda lain, padahal sebenarnya pemuda tersebut bukanlah apa-apanya.</p>
<p>12.. Keberatan Orang Tua terhadap Anak Gadisnya. Terutama jika si anak memiliki penghasilan yang lumayan besar atau ia seorang anak yang berbakti, biasanya si orang tua berat hati melepasnya karena masih ingin mendapat perha-tian atau pelayanan darinya.</p>
<p>SOLUSI Masalah menunda pernikahan bagi pemuda dan pemudi merupakan masalah yang cukup serius dan memiliki dampak negatif yang amat banyak.</p>
<p>Maka sebagai jalan keluarnya dalam kesempatan ini disampaikan beberapa saran kepada masyarakat umum dan lebih khusus para orang tua dan walinya. Diantaranya yaitu:<br />
1.. Memberikan pengarahan secara intensif kepada masyarakat tentang tujuan menikah, kebaikan yang diperoleh, hukum dan adabnya. Hendaknya disampaikan secara sederhana dan dengan bahasa yang mudah. Tujuannya supaya dapat menghilangkan anggapan keliru seputar pernikahan masa muda.</p>
<p>2.. Menyebarluaskan pernikahan para pemuda/pemudi dan memberikan pujian kepada mereka serta orang tuanya.</p>
<p>3.. Senantiasa mengingatkan bahwa usia yang paling utama untuk menikah adalah di masa muda. Alangkah indah jawaban yang disampaikan oleh seseorang ketika ditanya, &#8220;Kapan usia yang tepat untuk menikah? Maka ia menjawab,<br />
&#8220;Kapan selayaknya seseorang itu makan? Maka orang tentu akan menjawab &#8220;ketika ia lapar&#8221;. Demikian pula ketika seorang remaja telah melewati masa baligh, maka itulah waktu yang sangat pas untuk menikah karena tuntutan kebutuhan fithrah dan sebagai penjagaan dari berbagai perilaku negatif.</p>
<p>4.. Memberikan dorongan dan anjuran kepada para orang tua dan kerabat agar menikahkan putra-putrinya di usia muda serta memperingatkan akan bahaya dan dampak negatif dari menunda-nundanya.</p>
<p>5.. Membiasakan agar tidak bermewah-mewahan di dalam mengadakan walimah, sebab hal ini sering menjadi masalah bagi para pemuda yang ingin menikah. Nabi telah bersabda, &#8220;Adakan walimah meski hanya dengan seekor kambing!&#8221; Jelas sekali bahwa walimah tidak harus memaksakan diri dengan sesuatu yang serba mewah.</p>
<p>6.. Mengajak kepada masyarakat agar memberikan keringanan dalam mahar (maskawin).</p>
<p>7.. Senantiasa memberikan dorongan dan anjuran untuk menikah, karena ia merupakan salah satu sunnah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam.</p>
<p>8.. Hendaknya bagi orang yang memiliki kelebihan dan keluasan harta supaya memberikan bantuan kepada saudara, teman atau kerabatnya yang membutuhkan biaya pernikahan demi untuk menjaga para pemuda dan pemudi dari hal-hal yang negatif. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin- semoga Allah merahmati beliau berdua memperbolehkan penyaluran dana zakat untuk membantu para fakir miskin yang membutuhkan biaya pernikahan khusus untuk membayar mahar dan biaya pernikahan saja.</p>
<p>9.. Menganjurkan para pemuda, baik melalui teman-temannya atau kera-batnya supaya memberikan dorongan untuk menikah. Juga menganjurkan para wali agar bersegera menikahkan putrinya atau para gadis yang berada dalam tanggungannya.</p>
<p>10.. Memberikan kabar gembira bahwa menikah merupakan salah satu sebab dibukanya pintu rizki, sebagai-mana disabdakan Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam ,&#8221;Tiga orang yang akan dijamin pertolongan dari Allah: Orang menikah karena ingin menjaga diri, mukatib (hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri) yang menepati janjinya dan orang yang berperang di jalan Allah.&#8221;</p>
<p>11.. Memperingatkan para pemuda untuk tidak menyia-nyiakan harta dan agama, berfoya-foya dan senang-senang, suka melancong dan menghambur-hamburka n uang. Ingatkan pula bahwa menikah itu tidaklah membutuhkan biaya yang sangat besar, bahkan boleh jadi biaya yang digunakan sekali jalan dalam melancong adalah lebih besar daripada biaya pernikahan.</p>
<p>12.. Bagi yang telah lebih dahulu menikah hendaklah memberikan pengarahan yang logis dengan penuh hikmah kepada para pemuda. Jangan-lah terlalu idealis di dalam memilih pendamping hidup, cukuplah sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menjadi acuan di dalam hal memilih istri. Beliau mengatakan bahwa wanita dinikahi karena empat hal dan beliau menjadikan yang paling utama adalah yang baik agamanya.</p>
<p>13.. Memperingatkan keluarga dan kerabat agar jangan menunda-nunda pernikahan putri-putrinya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda kepada shahabat Ali Radhiallaahu anhu,<br />
&#8220;Tiga perkara wahai Ali, janganlah engkau menunda-nunda, &#8221; shalat jika telah masuk waktunya, jenazah bila telah siap dishalatkan, wanita sendirian jika telah ada jodoh-nya.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>14.. Membentuk keluarga dan ling-kungan yang baik dan islami yang mengerti dan bersungguh-sungguh dengan ajaran Islam. Sehingga dampak-nya adalah akan memberikan dukungan yang besar terhadap berkembangnya ajaran dan sunnah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam termasuk salah satunya adalah menikah.</p>
<p>15.. Memperingatkan para ibu dan bapak agar bersegera menikahkan putra-putrinya jika telah siap. Karena menundanya terkadang akan memberi-kan dampak negatif berupa penyimpangan moral atau terjadinya hubungan yang diharamkan.</p>
<p>Dan sebagai orang tua tentu juga memperoleh dosa akibat kelalaian yang diperbuatnya. Sumber: Kutaib &#8220;Ya Abbi Zawwijni&#8221; Abdul Malik al-Qasim.  Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya. Semoga Allah Ta&#8217;ala Membalas &#8216;Amal Ibadah Kita.</p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysalman.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysalman.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysalman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysalman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysalman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysalman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mysalman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mysalman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mysalman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mysalman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysalman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysalman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysalman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysalman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysalman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysalman.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=16&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/menunda-pernikahan-sebab-dan-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Salman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Pernikahan Membawa Berkah</title>
		<link>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/agar-pernikahan-membawa-berkah/</link>
		<comments>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/agar-pernikahan-membawa-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 02:33:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MySalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysalman.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do&#8217;a dari para undangan dengan do&#8217;a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; &#8220;Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.&#8221; Do&#8217;a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun kenyataannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=15&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan<br />
banyak ucapan do&#8217;a dari para undangan dengan do&#8217;a keberkahan sebagaimana<br />
diajarkan oleh Rasulullah SAW; &#8220;Semoga Allah memberkahimu, dan<br />
menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam<br />
kebaikan.&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Do&#8217;a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan<br />
seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun<br />
kenyataannya, kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak<br />
adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan, baik di<br />
kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du&#8217;at (kader<br />
dakwah). Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari<br />
berbagai segi, baik yang bersifat materil ataupun non materil.<br />
</span><span id="more-15"></span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari<br />
permasalahan ekonomi. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan<br />
kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah.<br />
Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi,<br />
akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan<br />
dalam pernikahannya.</p>
<p>Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah<br />
berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. Padahal seharusnya<br />
orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna; dari sisi<br />
wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam, dari segi fisik makin<br />
sehat dan kuat, secara emosi makin matang dan dewasa, trampil dalam<br />
berusaha, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan teratur dalam aktifitas<br />
kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan<br />
masyarakat di sekitarnya.</p>
<p>Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan<br />
keluarga, sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan<br />
perceraian. Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa<br />
arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Semua<br />
itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.</p>
<p>Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga<br />
sebagaimana tersebut di atas, sepatutnya kita melakukan introspeksi<br />
(muhasabah) terhadap diri kita, apakah kita masih konsisten (istiqomah)<br />
dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan<br />
keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ?</p>
<p>1. Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)</p>
<p>Motivasi menikah bukanlah semata untuk memuaskan kebutuhan<br />
biologis/fisik. Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT<br />
sebagaimana diungkap dalam Alqur&#8217;an (QS. Ar Rum:21), sehingga bernilai<br />
sakral dan signifikan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS.<br />
An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan<br />
merupakan Sunnah Rasul dalam kehidupan sebagaimana ditegaskan dalam<br />
salah satu hadits : &#8220;Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah,<br />
lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku&#8221;<br />
(HR.At-Thabrani dan Al-Baihaqi). Oleh karena nikah merupakan sunnah<br />
Rasul, maka selayaknya proses menuju pernikahan, tata cara (prosesi)<br />
pernikahan dan bahkan kehidupan pasca pernikahan harus mencontoh Rasul.<br />
Misalnya saat hendak menentukan pasangan hidup hendaknya lebih<br />
mengutamakan kriteria ad Dien (agama/akhlaq) sebelum hal-hal lainnya<br />
(kecantikan/ ketampanan, keturunan, dan harta); dalam prosesi pernikahan<br />
(walimatul &#8216;urusy) hendaknya juga dihindari hal-hal yang berlebihan<br />
(mubadzir), tradisi yang menyimpang (khurafat) dan kondisi bercampur<br />
baur (ikhtilath). Kemudian dalam kehidupan berumah tangga pasca<br />
pernikahan hendaknya berupaya membiasakan diri dengan adab dan akhlaq<br />
seperti yang dicontohkan Rasulullah saw.</p>
<p>Menikah merupakan upaya menjaga kehormatan dan kesucian diri, artinya<br />
seorang yang telah menikah semestinya lebih terjaga dari perangkap zina<br />
dan mampu mengendalikan syahwatnya. Allah SWT akan memberikan<br />
pertolong-an kepada mereka yang mengambil langkah ini; &#8221; Tiga golongan<br />
yang wajib Aku (Allah) menolongnya, salah satunya adalah orang yang<br />
menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.&#8221; (HR. Tarmidzi)</p>
<p>Menikah juga merupakan tangga kedua setelah pembentukan pribadi muslim<br />
(syahsiyah islamiyah) dalam tahapan amal dakwah, artinya menjadikan<br />
keluarga sebagai ladang beramal dalam rangka membentuk keluarga muslim<br />
teladan (usrah islami) yang diwarnai akhlak Islam dalam segala aktifitas<br />
dan interaksi seluruh anggota keluarga, sehingga mampu menjadi rahmatan<br />
lil &#8216;alamin bagi masyarakat sekitarnya. Dengan adanya keluarga-keluarga<br />
muslim pembawa rahmat diharapkan dapat terwujud komunitas dan lingkungan<br />
masyarakat yang sejahtera.</p>
<p>2. Sikap saling terbuka (Mushorohah)</p>
<p>Secara fisik suami isteri telah dihalalkan oleh Allah SWT untuk saling<br />
terbuka saat jima&#8217; (bersenggama) , padahal sebelum menikah hal itu adalah<br />
sesuatu yang diharamkan. Maka hakikatnya keterbukaan itu pun harus<br />
diwujudkan dalam interaksi kejiwaan (syu&#8217;ur), pemikiran (fikrah), dan<br />
sikap (mauqif) serta tingkah laku (suluk), sehingga masing-masing dapat<br />
secara utuh mengenal hakikat kepribadian suami/isteri- nya dan dapat<br />
memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) di antara keduanya.</p>
<p>Hal itu dapat dicapai bila suami/isteri saling terbuka dalam segala hal<br />
menyangkut perasaan dan keinginan, ide dan pendapat, serta sifat dan<br />
kepribadian. Jangan sampai terjadi seorang suami/isteri memendam<br />
perasaan tidak enak kepada pasangannya karena prasangka buruk, atau<br />
karena kelemahan/kesalahan yang ada pada suami/isteri. Jika hal yang<br />
demikian terjadi hal yang demikian, hendaknya suami/isteri segera<br />
introspeksi (bermuhasabah) dan mengklarifikasi penyebab masalah atas<br />
dasar cinta dan kasih sayang, selanjutnya mencari solusi bersama untuk<br />
penyelesaiannya. Namun apabila perasaan tidak enak itu dibiarkan maka<br />
dapat menyebabkan interaksi suami/isteri menjadi tidak sehat dan<br />
potensial menjadi sumber konflik berkepanjangan.</p>
<p>3. Sikap toleran (Tasamuh)</p>
<p>Dua insan yang berbeda latar belakang sosial, budaya, pendidikan, dan<br />
pengalaman hidup bersatu dalam pernikahan, tentunya akan menimbulkan<br />
terjadinya perbedaan-perbedaan dalam cara berfikir, memandang suatu<br />
permasalahan, cara bersikap/bertindak, juga selera (makanan, pakaian,<br />
dsb). Potensi perbedaan tersebut apabila tidak disikapi dengan sikap<br />
toleran (tasamuh) dapat menjadi sumber konflik/perdebatan. Oleh karena<br />
itu masing-masing suami/isteri harus mengenali dan menyadari kelemahan<br />
dan kelebihan pasangannya, kemudian berusaha untuk memperbaiki kelemahan<br />
yang ada dan memupuk kelebihannya. Layaknya sebagai pakaian (seperti<br />
yang Allah sebutkan dalam QS. Albaqarah:187) , maka suami/isteri harus<br />
mampu mem-percantik penampilan, artinya berusaha memupuk kebaikan yang<br />
ada (capacity building); dan menutup aurat artinya berupaya<br />
meminimalisir kelemahan/kekuranga n yang ada.</p>
<p>Prinsip &#8220;hunna libasullakum wa antum libasullahun (QS. 2:187) antara<br />
suami dan isteri harus selalu dipegang, karena pada hakikatnya<br />
suami/isteri telah menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipandang<br />
secara terpisah. Kebaikan apapun yang ada pada suami merupakan kebaikan<br />
bagi isteri, begitu sebaliknya; dan kekurangan/ kelemahan apapun yang<br />
ada pada suami merupakan kekurangan/kelemaha n bagi isteri, begitu<br />
sebaliknya; sehingga muncul rasa tanggung jawab bersama untuk memupuk<br />
kebaikan yang ada dan memperbaiki kelemahan yang ada.</p>
<p>Sikap toleran juga menuntut adanya sikap mema&#8217;afkan, yang meliputi 3<br />
(tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al &#8216;Afwu yaitu mema&#8217;afkan orang jika memang<br />
diminta, (2) As-Shofhu yaitu mema&#8217;afkan orang lain walaupun tidak<br />
diminta, dan (3) Al-Maghfirah yaitu memintakan ampun pada Allah untuk<br />
orang lain. Dalam kehidupan rumah tangga, seringkali sikap ini belum<br />
menjadi kebiasaan yang melekat, sehingga kesalahan-kesalahan kecil dari<br />
pasangan suami/isteri kadangkala menjadi awal konflik yang<br />
berlarut-larut. Tentu saja &#8220;mema&#8217;afkan&#8221; bukan berarti &#8220;membiarkan&#8221;<br />
kesalahan terus terjadi, tetapi mema&#8217;afkan berarti berusaha untuk<br />
memberikan perbaikan dan peningkatan.</p>
<p>4. Komunikasi (Musyawarah)</p>
<p>Tersumbatnya saluran komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak dalam<br />
kehidupan rumah tangga akan menjadi awal kehidupan rumah tangga yang<br />
tidak harmonis. Komunikasi sangat penting, disamping akan meningkatkan<br />
jalinan cinta kasih juga menghindari terjadinya kesalahfahaman.</p>
<p>Kesibukan masing-masing jangan sampai membuat komunikasi suami-isteri<br />
atau orang tua-anak menjadi terputus. Banyak saat/kesempatan yang bisa<br />
dimanfaatkan, sehingga waktu pertemuan yang sedikit bisa memberikan<br />
kesan yang baik dan mendalam yaitu dengan cara memberikan perhatian<br />
(empati), kesediaan untuk mendengar, dan memberikan respon berupa<br />
jawaban atau alternatif solusi. Misalnya saat bersama setelah menunaikan<br />
shalat berjama&#8217;ah, saat bersama belajar, saat bersama makan malam, saat<br />
bersama liburan (rihlah), dan saat-saat lain dalam interaksi keseharian,<br />
baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan sarana<br />
telekomunikasi berupa surat, telephone, email, dsb.</p>
<p>Alqur&#8217;an dengan indah menggambarkan bagaimana proses komunikasi itu<br />
berlangsung dalam keluarga Ibrahim As sebagaimana dikisahkan dalam<br />
QS.As-Shaaffaat: 102, yaitu : &#8220;Maka tatkala anak itu sampai (pada umur<br />
sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata; Hai anakku,<br />
sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka<br />
fikirkanlah apa pendapatmu, Ia menjawab; Hai Bapakku, kerjakanlah apa<br />
yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk<br />
orang-orang yang sabar&#8221;.</p>
<p>Ibrah yang dapat diambil dalam kisah tersebut adalah adanya komunikasi<br />
yang timbal balik antara orang tua-anak, Ibrahim mengutarakan dengan<br />
bahasa dialog yaitu meminta pendapat pada Ismail bukan menetapkan<br />
keputusan, adanya keyakinan kuat atas kekuasaan Allah, adanya sikap<br />
tunduk/patuh atas perintah Allah, dan adanya sikap pasrah dan tawakkal<br />
kepada Allah; sehingga perintah yang berat dan tidak logis tersebut<br />
dapat terlaksana dengan kehendak Allah yang menggantikan Ismail dengan<br />
seekor kibas yang sehat dan besar.</p>
<p>5. Sabar dan Syukur</p>
<p>Allah SWT mengingatkan kita dalam Alqur&#8217;an surat At Taghabun ayat 14:<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan<br />
anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu<br />
terhadap mereka. Dan jika kamu mema&#8217;afkan dan tidak memarahi serta<br />
mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha<br />
Penyayang.&#8221;</p>
<p>Peringatan Allah tersebut nyata dalam kehidupan rumah tangga dimana<br />
sikap dan tindak tanduk suami/istri dan anak-anak kadangkala menunjukkan<br />
sikap seperti seorang musuh, misalnya dalam bentuk menghalangi- halangi<br />
langkah dakwah walaupun tidak secara langsung, tuntutan uang belanja<br />
yang nilainya di luar kemampuan, menuntut perhatian dan waktu yang<br />
lebih, prasangka buruk terhadap suami/isteri, tidak merasa puas dengan<br />
pelayanan/nafkah yang diberikan isteri/suami, anak-anak yang aktif dan<br />
senang membuat keributan, permintaan anak yang berlebihan, pendidikan<br />
dan pergaulan anak, dan sebagainya. Jika hal-hal tersebut tidak dihadapi<br />
dengan kesabaran dan keteguhan hati, bukan tidak mungkin akan membawa<br />
pada jurang kehancuran rumah tangga.</p>
<p>Dengan kesadaran awal bahwa isteri dan anak-anak dapat berpeluang<br />
menjadi musuh, maka sepatutnya kita berbekal diri dengan kesabaran.<br />
Merupakan bagian dari kesabaran adalah keridhaan kita menerima<br />
kelemahan/kekuranga n pasangan suami/isteri yang memang diluar<br />
kesang-gupannya. Penerimaan terhadap suami/isteri harus penuh sebagai<br />
satu &#8220;paket&#8221;, dia dengan segala hal yang melekat pada dirinya, adalah<br />
dia yang harus kita terima secara utuh, begitupun penerimaan kita kepada<br />
anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya. Ibaratnya<br />
kesabaran dalam kehidupan rumah tangga merupakan hal yang fundamental<br />
(asasi) untuk mencapai keberkahan, sebagaimana ungkapan bijak<br />
berikut:&#8221;Pernikahan adalah Fakultas Kesabaran dari Universitas<br />
Kehidupan&#8221;. Mereka yang lulus dari Fakultas Kesabaran akan meraih banyak<br />
keberkahan.</p>
<p>Syukur juga merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan<br />
berumah tangga. Rasulullah mensinyalir bahwa banyak di antara penghuni<br />
neraka adalah kaum wanita, disebabkan mereka tidak bersyukur kepada<br />
suaminya.</p>
<p>Mensyukuri rezeki yang diberikan Allah lewat jerih payah suami<br />
seberapapun besarnya dan bersyukur atas keadaan suami tanpa perlu<br />
membanding-bandingk an dengan suami orang lain, adalah modal mahal dalam<br />
meraih keberkahan; begitupun syukur terhadap keberadaan anak-anak dengan<br />
segala potensi dan kecenderungannya, adalah modal masa depan yang harus<br />
dipersiapkan.</p>
<p>Dalam keluarga harus dihidupkan semangat &#8220;memberi&#8221; kebaikan, bukan<br />
semangat &#8220;menuntut&#8221; kebaikan, sehingga akan terjadi surplus kebaikan.<br />
Inilah wujud tambahnya kenikmatan dari Allah, sebagaimana firmannya:<br />
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat)<br />
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya<br />
azab-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim:7).</p>
<p>Mensyukuri kehadiran keturunan sebagai karunia Allah, harus diwujudkan<br />
dalam bentuk mendidik mereka dengan pendidikan Rabbani sehingga menjadi<br />
keturunan yang menyejukkan hati. Keturunan yang mampu mengemban misi<br />
risalah dien ini untuk masa mendatang, maka jangan pernah bosan untuk<br />
selalu memanjatkan do&#8217;a:</p>
<p>Ya Rabb kami karuniakanlah kami isteri dan keturunan yang sedap<br />
dipandang mata, dan jadikanlah kami pemimpin orang yang bertaqwa.</p>
<p>Ya Rabb kami karuniakanlah kami anak-anak yang sholeh.</p>
<p>Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang baik.</p>
<p>Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang Engkau<br />
Ridha-i.</p>
<p>Ya Rabb kami jadikanlah kami dan keturunan kami orang yang mendirikan<br />
shalat.</p>
<p>Do&#8217;a diatas adalah ungkapan harapan para Nabi dan Rasul tentang<br />
sifat-sifat (muwashshofat) ketuturunan (dzurriyaat) yang diinginkan,<br />
sebagaimana diabadikan Allah dalam Alqur&#8217;an (QS. Al-Furqon:74; QS.<br />
Ash-Shaafaat: 100 ; QS.Al-Imran: 38; QS. Maryam: 5-6; dan QS. Ibrahim:40).<br />
Pada intinya keturun-an yang diharapkan adalah keturunan yang sedap<br />
dipandang mata (Qurrota a&#8217;yun), yaitu keturunan yang memiliki sifat<br />
penciptaan jasad yang sempurna (thoyyiba), ruhaniyah yang baik (sholih),<br />
diridhai Allah karena misi risalah dien yang diperjuangkannya (wali<br />
radhi), dan senantiasa dekat dan bersama Allah (muqiimash-sholat) .</p>
<p>Demikianlah hendaknya harapan kita terhadap anak, agar mereka memiliki<br />
muwashofaat tersebut, disamping upaya (ikhtiar) kita memilihkan<br />
guru/sekolah yang baik, lingkungan yang sehat, makanan yang halal dan<br />
baik (thoyyib), fasilitas yang memadai, keteladanan dalam keseharian,<br />
dsb; hendaknya kita selalu memanjatkan do&#8217;a tersebut.</p>
<p>6. Sikap yang santun dan bijak (Mu&#8217;asyarah bil Ma&#8217;ruf)</p>
<p>Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman,<br />
maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan<br />
indah, diantaranya dengan mu&#8217;asyarah bil ma&#8217;ruf. Rasulullah saw<br />
menyatakan bahwa : &#8220;Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang<br />
paling baik terhadap isterinya, dan aku (Rasulullah) adalah orang yang<br />
paling baik terhadap isteriku.&#8221; (HR.Thabrani &amp; Tirmidzi)</p>
<p>Sikap yang santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam<br />
interaksi kehidupan berumah tangga akan menciptakan suasana yang nyaman<br />
dan indah. Suasana yang demikian sangat penting untuk perkembangan<br />
kejiwaan (maknawiyah) anak-anak dan pengkondisian suasana untuk betah<br />
tinggal di rumah.</p>
<p>Ungkapan yang menyatakan &#8220;Baiti Jannati&#8221; (Rumahku Syurgaku) bukan semata<br />
dapat diwujudkan dengan lengkapnya fasilitas dan luasnya rumah tinggal,<br />
akan tetapi lebih disebabkan oleh suasana interaktif antara suami-isteri<br />
dan orang tua-anak yang penuh santun dan bijaksana, sehingga tercipta<br />
kondisi yang penuh keakraban, kedamain, dan cinta kasih.</p>
<p>Sikap yang santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang<br />
mapan. Ketika kondisi ruhiyah seseorang labil maka kecenderungannya ia<br />
akan bersikap emosional dan marah-marah, sebab syetan akan sangat mudah<br />
mempengaruhinya. Oleh karena itu Rasulullah saw mengingatkan secara<br />
berulang-ulang agar jangan marah (Laa tagdlob). Bila muncul amarah<br />
karena sebab-sebab pribadi, segeralah menahan diri dengan beristigfar<br />
dan mohon perlindungan Allah (ta&#8217;awudz billah), bila masih merasa marah<br />
hendaknya berwudlu dan mendirikan shalat. Namun bila muncul marah karena<br />
sebab orang lain, berusahalah tetap menahan diri dan berilah ma&#8217;af,<br />
karena Allah menyukai orang yang suka mema&#8217;afkan. Ingatlah, bila karena<br />
sesuatu hal kita telanjur marah kepada anak/isteri/ suami, segeralah<br />
minta ma&#8217;af dan berbuat baiklah sehingga kesan (atsar) buruk dari marah<br />
bisa hilang. Sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi<br />
jiwa, baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi.</p>
<p>7. Kuatnya hubungan dengan Allah (Quwwatu shilah billah)</p>
<p>Hubungan yang kuat dengan Allah dapat menghasilkan keteguhan hati<br />
(kemapanan ruhiyah), sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. Ar-Ra&#8217;du:28.<br />
&#8220;Ketahuilah dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang&#8221;.<br />
Keberhasilan dalam meniti kehidupan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh<br />
keteguhan hati/ketenangan jiwa, yang bergantung hanya kepada Allah saja<br />
(ta&#8217;alluq billah). Tanpa adanya kedekatan hubungan dengan Allah,<br />
mustahil seseorang dapat mewujudkan tuntutan-tuntutan besar dalam<br />
kehidupan rumah tangga. Rasulullah saw sendiri selalu memanjatkan do&#8217;a<br />
agar mendapatkan keteguhan hati: &#8220;Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbiy<br />
&#8216;alaa diinika wa&#8217;ala thoo&#8217;atika&#8221; (wahai yang membolak-balikkan hati,<br />
teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam<br />
menta&#8217;ati-Mu) .</p>
<p>Keteguhan hati dapat diwujudkan dengan pendekatan diri kepada Allah<br />
(taqarrub ila Allah), sehingga ia merasakan kebersamaan Allah dalam<br />
segala aktifitasnya (ma&#8217;iyatullah) dan selalu merasa diawasi Allah dalam<br />
segenap tindakannya (muraqobatullah) . Perasaan tersebut harus dilatih<br />
dan ditumbuhkan dalam lingkungan keluarga, melalui pembiasaan keluarga<br />
untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap dan dimutaba&#8217;ah<br />
bersama, seperti : tilawah, shalat tahajjud, shaum, infaq, do&#8217;a,<br />
ma&#8217;tsurat, dll. Pembiasaan dalam aktifitas tersebut dapat menjadi sarana<br />
menjalin keakraban dan persaudaraan (ukhuwah) seluruh anggota keluarga,<br />
dan yang penting dapat menjadi sarana mencapai taqwa dimana Allah swt<br />
menjamin orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana firman-Nya dalam QS.<br />
Ath-Thalaaq: 2-3.</p>
<p>&#8220;Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan bagi-nya<br />
jalan keluar (solusi) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak<br />
disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya<br />
Allah akan mencukupi (keperluan) nya.&#8221;</p>
<p>Wujud indahnya keberkahan keluarga</p>
<p>Keberkahan dari Allah akan muncul dalam bentuk kebahagiaan hidup berumah<br />
tangga, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Kebahagiaan di<br />
dunia, boleh jadi tidak selalu identik dengan kehidupan yang mewah<br />
dengan rumah dan perabotan yang serba lux. Hati yang selalu tenang<br />
(muthma&#8217;innah) , fikiran dan perasaan yang selalu nyaman adalah bentuk<br />
kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan materi/kemewahan.</p>
<p>Kebahagiaan hati akan semakin lengkap jika memang bisa kita sempurnakan<br />
dengan 4 (empat) hal seperti dinyatakan oleh Rasulullah, yaitu : (1)<br />
Isteri yang sholihah, (2) Rumah yang luas, (3) Kendaraan yang nyaman,<br />
dan (4) Tetangga yang baik.</p>
<p>Kita bisa saja memanfaatkan fasilitas rumah yang luas dan kendaraan yang<br />
nyaman tanpa harus memiliki, misalnya di saat-saat rihlah, safar,<br />
silaturahmi, atau menempati rumah dan kendaraan dinas. Paling tidak<br />
keterbatasan ekonomi yang ada tidak sampai mengurangi kebahagiaan yang<br />
dirasakan, karena pemilik hakiki adalah Allah swt yang telah menyediakan<br />
syurga dengan segala kenikmatan yang tak terbatas bagi hamba-hamba- Nya<br />
yang bertaqwa, dan menjadikan segala apa yang ada di dunia ini sebagai<br />
cobaan.</p>
<p>Kebahagiaan yang lebih penting adalah kebahagiaan hidup di akhirat,<br />
dalam wujud dijauhkannya kita dari api neraka dan dimasukkannya kita<br />
dalam syurga. Itulah hakikat sukses hidup di dunia ini, sebagaimana<br />
firman-Nya dalam QS. Al-Imran : 185</p>
<p>&#8220;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari<br />
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka<br />
dan dimasukkan kedalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung.<br />
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. &#8220;</p>
<p>Selanjutnya alangkah indahnya ketika Allah kemudian memanggil dan<br />
memerintahkan kita bersama-sama isteri/suami dan anak-anak untuk masuk<br />
kedalam syurga; sebagaimana dikhabarkan Allah dengan firman-Nya:</p>
<p>&#8220;Masuklah kamu ke dalam syurga, kamu dan isteri-isteri kamu<br />
digembirakan&#8221; . (QS, Az-Zukhruf:70)</p>
<p>&#8220;Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka<br />
dalam keimanan, kami hubungkan (pertemukan) anak cucu mereka dengan<br />
mereka (di syurga), dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala<br />
amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.<br />
(QS. Ath-Thuur:21) .</p>
<p></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Inilah keberkahan yang hakiki.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysalman.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysalman.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysalman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysalman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysalman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysalman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mysalman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mysalman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mysalman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mysalman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysalman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysalman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysalman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysalman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysalman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysalman.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=15&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/agar-pernikahan-membawa-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Salman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nice Wisdom Word</title>
		<link>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/nice-wisdom-word/</link>
		<comments>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/nice-wisdom-word/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 02:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MySalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysalman.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya. Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai. Mulailah sekarang&#8230; mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya. Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=14&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">mungkin kamu tidak akan pernah mulai.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Mulailah sekarang&#8230;</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span id="more-14"></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;"> mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span><span style="font-size:12pt;"><img src="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&amp;pid=8&amp;fid=Inbox&amp;inline=1" alt="" width="115" height="115" /></span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Perkawinan  memang memiliki  banyak kesusahan, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">tetapi kehidupan  lajang tidak memiliki kesenangan.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Harta  milik  yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah ..</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">hati seorang wanita. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span><span style="font-size:12pt;"><img src="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&amp;pid=9&amp;fid=Inbox&amp;inline=1" alt="" width="260" height="210" /></span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Persahabatan sejati layaknya kesehatan, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">nilainya baru kita sadari setelah kita kehilanganNya.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span><span style="font-size:12pt;"><img src="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&amp;pid=10&amp;fid=Inbox&amp;inline=1" alt="" width="85" height="42" /></span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatiMu </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span><span style="font-size:12pt;"><img src="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&amp;pid=11&amp;fid=Inbox&amp;inline=1" alt="" width="250" height="253" /></span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain&#8230;</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;"> jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span><span style="font-size:12pt;"><img src="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&amp;pid=12&amp;fid=Inbox&amp;inline=1" alt="" width="48" height="83" /></span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">kegunaannya terletak  pada penerapan yang benar, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Tak seorang pun sempurna. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span><span style="font-size:12pt;"><img src="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&amp;pid=13&amp;fid=Inbox&amp;inline=1" alt="" width="160" height="120" /></span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span><span style="font-size:12pt;"><img src="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&amp;pid=14&amp;fid=Inbox&amp;inline=1" alt="" width="100" height="100" /></span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Kamu tak bisa mengubah masa lalu&#8230;.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;"> tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan. </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Bila Kamu mengisi hati kamu &#8230;</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;"> dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">dan hari esok tanpa rasa takut, </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:0.8em;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;font-family:Arial;">Thanks &amp; Salam</span></span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysalman.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysalman.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysalman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysalman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysalman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysalman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mysalman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mysalman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mysalman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mysalman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysalman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysalman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysalman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysalman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysalman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysalman.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=14&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/nice-wisdom-word/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Salman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&#38;pid=8&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&#38;pid=9&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&#38;pid=10&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&#38;pid=11&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&#38;pid=12&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&#38;pid=13&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f508.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f1504898%5fAHAmvs4AADj9QtYkmwlJ3Ub9NtI&#38;pid=14&#38;fid=Inbox&#38;inline=1" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cermin</title>
		<link>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/cermin/</link>
		<comments>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/cermin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 02:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MySalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysalman.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana ataukah wajah ini yang akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?&#8221; Lalu tatap mata kita, seraya bertanya, &#8220;Apakah mata ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap ALLOH Yang Mahaagung, menatap keindahan surga, menatap Rasulullah, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih ALLOH [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=13&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">&#8220;Apakah wajah ini yang kelak akan  bercahaya bersinar indah di surga sana ataukah wajah ini yang akan hangus  legam terbakar dalam bara jahannam?&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">Lalu tatap mata kita, seraya bertanya,  &#8220;Apakah mata ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan,  menatap ALLOH Yang Mahaagung, menatap keindahan surga, menatap  Rasulullah, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih ALLOH kelak?     Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, meleleh  ditusuk baja membara? Akankah mata terlibat maksiat ini akan menyelamatkan?  Wahai mata apa gerangan yang kau tatap selama ini?&#8221;</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-13"></span></p>
<p style="text-align:center;">Lalu tataplah mulut ini, &#8220;Apakah mulut ini yang di akhir hayat nanti dapat  menyebut kalimat thoyibah, &#8216;laillahailallah&#8217;, ataukah akan menjadi mulut  berbusa yang akan menjulur dan di akherat akan memakan buah zakun yang getir  menghanguskan dan menghancurkan setiap usus serta menjadi peminum lahar dan  nanah? Saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang  terluka dengan mulut kita ini!&#8221;     &#8220;Wahai mulut apa gerangan yang kau ucapkan? Wahai mulut yang malang betapa  banyak dusta yang engkau ucapkan. Betapa banyak hati-hati yang remuk dengan  pisau kata-katamu yang mengiris tajam? Berapa banyak kata-kata manis semanis  madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang? Betapa jarangnya  engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut nama ALLOH dengan tulus?     Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar ALLOH mengampuni?&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">Lalu tataplah diri kita tanyalah, &#8220;Hai kamu ini anak sholeh atau anak  durjana, apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini dan apa  yang telah engkau berikan? Selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya.</p>
<p style="text-align:center;">Tidak tahukah engkau betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk tiada tahu  balas budi!     &#8220;Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar,  bersukacita, bercengkrama di surga atau tubuh yang akan tercabik-cabik  hancur mendidih di dalam lahar membara jahannam terasang tanpa ampun derita  tiada akhir&#8221;        &#8220;Wahai tubuh, berapa banyak masiat yang engkau lakukan? Berapa banyak  orang-orang yang engkau dzhalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba-hamba  ALLOH yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu  pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa  pula hak-hak yang engkau napas?&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">&#8220;Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu?Apakah tubuhmu sebagus  kata-katamu atau malah sekelam daki-daki yang melekat di tubuhmu? Apakah  hatimu segagah ototmu atau selemah atau selemah daun-daun yang mudah rontok?     Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotoranmu?&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">Lalu ingatlah amal-amal kita, &#8220;Hai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau  menjijikan, berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan dibalik  penampilanmu ini?&#8221; &#8220;Apakah engkau ini dermawan atau sipelit yang  menyebalkan?&#8221; Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dan bandingkan dengan  yang engkau gunakan untuk selera rendah hawa nafsumu&#8221;.     &#8220;Apakah engkau ini sholeh atau sholehah seperti yang engkau tampakkan?  Khusukkah shalatmu, dzikirmu, doamu, .ikhlaskah engkau lakukan semua itu?</p>
<p style="text-align:center;">Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah menjadi makhluk riya tukang pamer!&#8221;     Sungguh betapa beda antara yang nampak di cermin dengan apa yang  tersembunyi, betapa aku telah tertipu oleh topeng? Betapa yang kulihat  selama ini hanyalah topeng, hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus  topeng-topeng duniawi&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">Wahai sahabat-sahabat sekalian, sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang  tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini. ***</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysalman.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysalman.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysalman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysalman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysalman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysalman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mysalman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mysalman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mysalman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mysalman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysalman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysalman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysalman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysalman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysalman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysalman.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=13&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/cermin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Salman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahagiakan Pasangan Anda!!!</title>
		<link>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/bahagiakan-pasangan-anda/</link>
		<comments>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/bahagiakan-pasangan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 02:20:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MySalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysalman.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kebahagiaan adalah ketika melihat orang yang kita cintai bahagia. Kebahagiaan jenis ini levelnya lebih tinggi dari kebahagiaan yang bersifat individual. Boleh jadi, ini masuk dalam kategori kebahagiaan sosial. Tidak gampang untuk memperoleh kebahagiaan jenis ini. Apalagi bagi mereka yang bersifat egois. Semua kebahagiaannya diukur dari kebahagiaan diri sendiri. Orang yang demikian adalah tipikal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=12&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Salah satu kebahagiaan adalah ketika melihat orang yang kita cintai bahagia. Kebahagiaan jenis ini levelnya lebih tinggi dari kebahagiaan yang bersifat individual. Boleh jadi, ini masuk dalam kategori kebahagiaan sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Tidak gampang untuk memperoleh kebahagiaan jenis ini. Apalagi bagi mereka yang bersifat egois. Semua kebahagiaannya diukur dari kebahagiaan diri sendiri. Orang yang demikian adalah tipikal &#8216;pemburu kebahagiaan&#8217;, yang justru tidak pernah menemukan kebahagiaan&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Berumah tangga adalah sebuah cara untuk memperoleh kebahagiaan, dengan cara membahagiakan pasangan kita. Partner kita. Istri atau suami. Bisakah itu terjadi? Bisa, ketika berumah tangga dengan berbekal cinta. Bukan sekadar berburu cinta. Lho, memang apa bedanya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Berbekal cinta, berarti kita mencintai pasangan kita. Ingin memberikan sesuatu kepada pasangan agar ia merasa bahagia. Sedangkan berburu cinta, berarti kita menginginkan untuk dicintai. Menginginkan sesuatu dari pasangan kita, sehingga kita merasa bahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Menurut anda, manakah yang lebih baik? Mengejar cinta atau memberikan cinta? Mengejar kebahagiaan ataukah memberikan kebahagiaan? Mengejar kepuasan ataukah justru memberikan kepuasan? Mana yang bakal membahagiakan, yang pertama ataukah yang ke dua?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Ternyata, yang ke dua. Mengejar cinta hanya akan mendorong anda untuk berburu sesuatu yang semu belaka. Yang tidak pernah anda raih. Karena, keinginan adalah sesuatu yang tidak pernah ada habisnya. Apalagi keserakahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Hari ini Anda merasa memperoleh cinta dari pasangan Anda, maka berikutnya anda akan merasa tidak puas. Dan ingin memperoleh yang lebih dari itu. Sudah memperoleh lagi, berikutnya anda akan ingin lebih lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Ini hampir tak ada bedanya dengan ingin mengejar kesenangan dengan cara memiliki mobil atau rumah. Ketika kita masih miskin, kita mengira akan senang memiliki mobil berharga puluhan juta rupiah. Kita berusaha mengejarnya. Lantas memperolehnya. Dan kita memang senang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Tapi, tak berapa lama kemudian, kita menginginkan untuk memiliki mobil yang berharga ratusan juta rupiah. Mobil yang telah kita miliki itu tidak lagi menyenangkan, atau apalagi membahagiakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Benak kita terus menerus terisi oleh bayangan betapa senangnya memiliki mobil berharga ratusan juta rupiah. Jika kemudian kita bisa memenuhi keinginan itu, kita pun merasa senang. Tetapi, ternyata itu tidak lama. Benak kita bakal segera terisi oleh bayangan-bayangan, betapa senangnya memiliki mobil yang berharga miliaran rupiah. Begitulah seterusnya. Coba rasakan hal ini dalam kehidupan anda, maka anda akan merasakan dan membenarkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Kesenangan dan kebahagiaan itu bukan anda peroleh dengan cara mengejarnya, melainkan dengan cara merasakan apa yang sudah anda miliki. Dan jika anda mensyukurinya, maka kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya pada perubahan yang datang berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Anda tak perlu mengejar kebahagiaan, karena anda sudah menggenggamnya. Yang perlu anda lakukan sebenarnya adalah memberikan perhatian kepada apa yang sudah anda miliki. Bukan melihat dan mengejar sesuatu yang belum anda punyai. Semakin anda memberikan perhatian kepada apa yang telah anda miliki, maka semakin terasa nikmatnya memiliki. Jadi, kuncinya bukan mengejar, melainkan memberi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Demikian pula dalam berumah tangga. Jika kita ingin memperoleh kebahagiaan, caranya bukan dengan mengejar kebahagiaan itu. Melainkan dengan memberikan kebahagiaan kepada pasangan kita. Bukan mengejar cinta, melainkan memberikan cinta. Bukan mengejar kepuasan, melainkan memberikan kepuasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Maka anda bakal memperoleh kebahagiaan itu dari dua arah. Yang pertama, anda akan memperolehnya dari pasangan anda. Karena merasa dibahagiakan, ia akan membalas memberikan kebahagiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Yang ke dua, kebahagiaan itu bakal muncul dari dalam diri anda sendiri. Ketika kita berhasil memberikan kepuasan kepada pasangan kita, maka kita bakal merasa puas. Ketika berhasil memberikan kesenangan kepada partner kita, maka kita pun merasa senang. Dan ketika kita berhasil memberikan kebahagiaan kepada istri atau suami kita, maka kita pun merasa bahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Ini, nikmatnya bukan main. Jumlah dan kualitasnya terserah anda. Ingin lebih bahagia, maka bahagiakanlah pasangan anda. Ingin lebih senang, maka senangkanlah pasangan anda lebih banyak lagi. Dan, anda ingin lebih puas? Maka puaskanlah pasangan anda dengan kepuasan yang lebih banyak. Anda pun bakal merasa semakin puas. Terserah anda, minta kesenangan, kepuasan, atau pun kebahagiaan sebesar apa. Karena kuncinya ada di tangan anda sendiri. Semakin banyak memberi semakin nikmat rasanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Anda yang terbiasa egois dan mengukur kebahagiaan dari kesenangan pribadi, akan perlu waktu untuk menyelami dan merenungkan kalimat-kalimat di atas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Contoh yang lebih konkret adalah perkawinan dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Perkawinan semacam ini sungguh membuat menderita pihak yang tidak mencintai. Padahal ia dicintai. Segala kebutuhannya dipenuhi oleh pasangannya. Katakanlah ia pihak wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Segala kebutuhan sang wanita selalu dipenuhi oleh suaminya. Rumah ada. Mobil tersedia. Pakaian, perhiasan, dan segala kebutuhan semuanya tercukupi. Tetapi ia tidak pernah merasa bahagia. Kenapa? Karena tidak ada cinta di hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Sebaliknya, sang suami merasa bahagia, karena ia mencintai istrinya. Ia merasa senang dan puas ketika bisa membelikan rumah. Ia juga merasa senang dan puas ketika bisa membelikan mobil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Dan ia senang serta puas ketika bisa memenuhi segala kebutuhan istri yang dicintainya itu. Semakin cinta ia, dan semakin banyak ia memberikan kepada istrinya, maka semakin bahagialah sang suami. Kalau ia benar-benar cinta kepada istrinya, maka ukuran kebahagiaannya berada pada kebahagiaan si istri. Jika istrinya bahagia, ia pun merasa bahagia. Jika istrinya menderita, maka ia pun merasa menderita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Akan berbeda halnya, jika si suami tidak mencintai istri. Ia sekadar menuntut istrinya agar mencintainya. Memberikan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan kepadanya. Ketika semua itu tidak sesuai dengan keinginannya, maka ia bakal selalu merasa tidak bahagia. Tidak terpuaskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Sebaliknya, jika istri tersebut kemudian bisa mencintai suaminya &#8211; karena kebaikan yang diberikan terus menerus kepadanya &#8211; maka si istri itu justru bakal bisa memperoleh kebahagiaan karenanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Pelayanan yang tadinya dilakukan dengan terpaksa terhadap suaminya, kini berganti dengan rasa ikhlas dan cinta. Tiba-tiba saja dia merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada terkira.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Kalau dulu ia memasakkan suami dengan rasa enggan dan terpaksa, misalnya, kini ia melakukan dengan senang hati dan berbunga-bunga. Kalau dulu ia merasa tersiksa ketika melayani suami di tempat tidur, kini ia merasakan cinta yang membara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Ya, tiba-tiba saja semuanya jadi terasa berbeda. Penuh nikmat dan bahagia. Padahal seluruh aktivitas yang dia lakukan sama saja. Apakah yang membedakannya? Rasa cinta!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Ketika ‘berbekal cinta’, semakin banyak ia memberi, semakin banyak pula rasa bahagia yang diperolehnya. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa yang bahagia itu sebenarnya bukanlah orang yang dicintai, melainkan orang yang mencintai. Orang yang sedang jatuh cinta&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Karena itu keliru kalau kita ingin dicintai. Yang harus kita lakukan adalah mencintai pasangan. Semakin besar cinta kita kepadanya, semakin bahagia pula kita karenanya. Dan yang ke dua, semakin banyak kita memberi untuk kebahagiaan dia, maka semakin bahagialah kita&#8230;</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Begitulah mestinya rumah tangga kita. Bukan saling menuntut untuk dibahagiakan, melainkan saling memberi untuk membahagiakan. Karena di situlah kunci kebahagiaan yang sebenar-benarnya memberikan kebahagiaan&#8230;</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysalman.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysalman.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysalman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysalman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysalman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysalman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mysalman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mysalman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mysalman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mysalman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysalman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysalman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysalman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysalman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysalman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysalman.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=12&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/26/bahagiakan-pasangan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Salman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebab-Sebab Turunnya Rizki</title>
		<link>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/23/sebab-sebab-turunnya-rizki/</link>
		<comments>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/23/sebab-sebab-turunnya-rizki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 03:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MySalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysalman.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=11&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.<br />
<span id="more-11"></span><br />
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.</p>
<p>Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>- Takwa Kepada Allah </strong></p>
<p>Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, artinya,<br />
<em>“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3) </em></p>
<p>Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.</p>
<p>Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, &#8220;Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”</p>
<p>Allah swt juga berfirman, artinya,<br />
<em>“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” </em>(QS. 7:96)</p>
<p><strong>- Istighfar dan Taubat </strong></p>
<p>Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,<br />
<em>“Maka aku katakan kepada mereka:&#8221;Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun&#8221; niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”</em> (QS. 71:10-12)</p>
<p>Al-Qurthubi mengatakan, &#8220;Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan.&#8221;</p>
<p>Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;, lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;. Ada lagi yang mengatakan, &#8220;Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!&#8221; Maka beliau menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;. Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah.&#8221;</p>
<p>Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar.&#8221; Beliau lalu menjawab, &#8220;Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)</p>
<p>Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.</p>
<p><strong>- Tawakkal Kepada Allah </strong></p>
<p>Allah swt berfirman, artinya,<br />
<em>“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” </em>(QS. 65:3)</p>
<p>Nabi saw telah bersabda, artinya,<br />
<em>&#8220;Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.&#8221;</em> (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)</p>
<p>Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.</p>
<p>Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.</p>
<p><strong>- Silaturrahim </strong></p>
<p>Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p>-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,<br />
<em>&#8220;Dari Abu Hurairah ra berkata, &#8220;Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8220;Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.&#8221; </em>(HR Al Bukhari)</p>
<p>-Sabda Nabi saw, artinya,<br />
<em>&#8220;Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8220;Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.&#8221; </em>(HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)</p>
<p>Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.</p>
<p><strong>- Infaq fi Sabilillah </strong></p>
<p>Allah swt berfirman, artinya,<br />
<em>“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” </em>(QS. 34:39)</p>
<p>Ibnu Katsir berkata, &#8220;Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.&#8221;<br />
Juga firman Allah yang lain,artinya,<br />
<em>“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”</em> (QS. 2:267-268)</p>
<p>Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, &#8220;Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p><strong>- Menyambung Haji dengan Umrah </strong></p>
<p>Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas&#8217;ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,<br />
<em>&#8220;Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.&#8221;</em> (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)</p>
<p>Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.</p>
<p><strong>- Berbuat Baik kepada Orang Lemah </strong></p>
<p>Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,<br />
<em>&#8220;Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.&#8221;</em> (HR. al-Bukhari)</p>
<p>Dhu&#8217;afa&#8217; (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>- Serius di dalam Beribadah </strong></p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8220;Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, artinya,<br />
<em>&#8220;Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.&#8221; </em></p>
<p>Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu&#8217; hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.</p>
<p>Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysalman.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysalman.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysalman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysalman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysalman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysalman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mysalman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mysalman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mysalman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mysalman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysalman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysalman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysalman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysalman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysalman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysalman.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=11&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysalman.wordpress.com/2008/05/23/sebab-sebab-turunnya-rizki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Salman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Periwayat Hadits</title>
		<link>http://mysalman.wordpress.com/2007/09/03/periwayat-hadits/</link>
		<comments>http://mysalman.wordpress.com/2007/09/03/periwayat-hadits/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Sep 2007 06:21:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MySalman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysalman.wordpress.com/2007/09/03/periwayat-hadits/</guid>
		<description><![CDATA[Periwayat Hadits Sampul kitab hadits Sahih Bukhari Periwayat Hadits yang diterima oleh Muslim Sunni Aturan-aturan Hadits dari Sunni mendapatkan bentuk terakhirnya kurang lebih 3 abad setelah meninggalnya Nabi Muhammad. Ilmuwan hadits yang kemudian memperdebatkan keotentikan beberapa hadits tetapi otoritas dari buku-buku tersebut meningkat dengan pesat. Aturan-aturan ini, ada yang menyatakan dengan Koleksi Enam Hadits Utama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=9&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Periwayat Hadits</span></strong></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:ArabicSahihBukhari.jpg"><span style="font-size:12pt;text-decoration:none;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><br />
</span><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Sampul kitab hadits <a title="Sahih Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahih_Bukhari"><span style="color:blue;">Sahih Bukhari</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Periwayat_Hadits_yang_diterima_oleh_Musl" name="Periwayat_Hadits_yang_diterima_oleh_Musl"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Periwayat Hadits yang diterima oleh Muslim Sunni</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Aturan-aturan Hadits dari Sunni mendapatkan bentuk terakhirnya kurang lebih 3 abad setelah meninggalnya Nabi Muhammad. Ilmuwan hadits yang kemudian memperdebatkan keotentikan beberapa hadits tetapi otoritas dari buku-buku tersebut meningkat dengan pesat. Aturan-aturan ini, ada yang menyatakan dengan Koleksi Enam Hadits Utama ada pula dengan Koleksi Tujuh Hadits Utama, termasuk:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span id="more-9"></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><a title="Shahih Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shahih_Bukhari"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Shahih Bukhari</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">, disusun oleh </span></span><a title="Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukhari"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Bukhari</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> (194-256 H)</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><a title="Shahih Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shahih_Muslim"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Shahih Muslim</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">, disusun oleh </span></span><a title="Imam Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Muslim"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Muslim</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> (204-262 H)</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><a title="Sunan Abu Daud" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sunan_Abu_Daud&amp;action=edit"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Sunan Abu Daud</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">, disusun oleh </span></span><a title="Abu Dawud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Dawud"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Abu Dawud</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> (202-275 H)</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><a title="Sunan at-Turmudzi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sunan_at-Turmudzi&amp;action=edit"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Sunan at-Turmudzi</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">, disusun oleh </span></span><a title="Imam Turmudzi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Turmudzi"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">At-Turmudzi</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> (209-279 H)</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><a title="Sunan an-Nasa'i" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sunan_an-Nasa%27i&amp;action=edit"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Sunan an-Nasa&#8217;i</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">, disusun oleh </span></span><a title="Imam Nasa'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Nasa%27i"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">an-Nasa&#8217;i</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> (215-303 H)</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><a title="Sunan Ibnu Majah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sunan_Ibnu_Majah&amp;action=edit"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Sunan Ibnu Majah</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">, disusun oleh </span></span><a title="Ibnu Majah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Majah"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Ibnu Majah</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> (209-273).</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Shahih Bukhari dan Shahih Muslim biasanya dianggap yang paling dipercaya dari koleksi ini. </span></span><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Ada beberapa perdebatan yang terjadi apakah anggota ke-6 dari aturan ini seharusnya </span></span><a title="Ibnu Majah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Majah"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Ibnu Majah</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> atau </span></span><a title="Al Muwaththa" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al_Muwaththa&amp;action=edit"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Al Muwaththa</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> dari </span></span><a title="Imam Malik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Malik"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Imam Malik</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">. Selain itu, ada pula yang memasukkan </span></span><a title="Musnad Ahmad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musnad_Ahmad"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Musnad</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> dari </span></span><a title="Imam Ahmad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ahmad"><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;">Ahmad bin Hanbal</span></span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> sebagai bagian dari aturan tersebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Periwayat Hadits yang diterima oleh Muslim Syi&#8217;ah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Muslim <a title="Syi'ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%27ah"><span style="color:blue;">Syi&#8217;ah</span></a> hanya mempercayai hadits yang diriwayatkan oleh keturunan <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad"><span style="color:blue;">Muhammad</span></a> saw, melalui <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra"><span style="color:blue;">Fatimah az-Zahra</span></a>, atau oleh pemeluk Islam awal yang memihak <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib"><span style="color:blue;">Ali bin Abi Thalib</span></a>. <a title="Syi'ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%27ah"><span style="color:blue;">Syi&#8217;ah</span></a> tidak menggunakan hadits yang berasal atau diriwayatkan oleh mereka yang menurut kaum <a title="Syi'ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%27ah"><span style="color:blue;">Syi&#8217;ah</span></a> diklaim memusuhi Ali, seperti <a title="Aisyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aisyah"><span style="color:blue;">Aisyah</span></a>, istri Muhammad saw, yang melawan Ali pada <a title="Perang Jamal" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang_Jamal&amp;action=edit"><span style="color:blue;">Perang Jamal</span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Ada beberapa sekte dalam Syi&#8217;ah, tetapi sebagian besar menggunakan:</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Ushul al-Kafi</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al-Istibshar</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al-Tahdzib</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Man La Yahduruhu al-Faqih</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Pembentukan_dan_Sejarahnya" name="Pembentukan_dan_Sejarahnya"></a><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Pembentukan dan Sejarahnya" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=13"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] <a title="Sejarah hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_hadits"><span style="color:blue;">Pembentukan dan Sejarahnya</span></a></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wiki_letter_w.svg"><span style="font-size:12pt;text-decoration:none;font-family:'Times New Roman','serif';color:blue;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME%7E1/salman/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" border="0" alt="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/30px-Wiki_letter_w.svg.png" width="30" height="30" /></span><!--[endif]--></span></a><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Bagian ini masih merupakan sebuah <a title="Tulisan rintisan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Tulisan_rintisan"><span style="color:blue;">rintisan</span></a>. Anda dapat <a title="Cari dan baiki stub" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Cari_dan_baiki_stub"><span style="color:blue;">turut serta</span></a> <a title="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit"><span style="color:blue;">mengembangkannya</span></a>.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Artikel utama: <a title="Sejarah hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_hadits"><span style="color:blue;">Sejarah hadits</span></a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Hadits sebagai kitab berisi berita tentang sabda, perbuatan dan sikap Nabi Muhammad sebagai Rasul. Berita tersebut didapat dari para sahabat pada saat bergaul dengan Nabi. Berita itu selanjutnya disampaikan kepada sahabat lain yang tidak mengetahui berita itu, atau disampaikan kepada murid-muridnya dan diteruskan kepada murid-murid berikutnya lagi hingga sampai kepada pembuku Hadits. Itulah pembentukan Hadits.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Masa_Pembentukan_Al_Hadist" name="Masa_Pembentukan_Al_Hadist"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Masa Pembentukan Al Hadist" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=14"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Masa Pembentukan Al Hadist</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Masa pembentukan Hadits tiada lain masa kerasulan Nabi Muhammad itu sendiri, ialah lebih kurang 23 tahun. Pada masa ini Al Hadits belum ditulis, dan hanya berada dalam benak atau hafalan para <a title="Sahabat Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Nabi"><span style="color:blue;">sahabat</span></a> saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Masa_Penggalian" name="Masa_Penggalian"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Masa Penggalian" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=15"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Masa Penggalian</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Masa ini adalah masa pada sahabat besar dan <a title="Tabi'in" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabi%27in"><span style="color:blue;">tabi&#8217;in</span></a>, dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad pada tahun 11 H atau 632 M. Pada masa ini Al Hadits belum ditulis ataupun dibukukan. Seiring dengan perkembangan dakwah, mulailah bermunculan persoalan baru umat Islam yang mendorong para sahabat saling bertukar Al Hadits dan menggali dari sumber-sumber utamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Masa_Penghimpunan" name="Masa_Penghimpunan"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Masa Penghimpunan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=16"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Masa Penghimpunan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Masa ini ditandai dengan sikap para sahabat dan tabi&#8217;in yang mulai menolak menerima Al Hadits baru, seiring terjadinya tragedi perebutan kedudukan kekhalifahan yang bergeser ke bidang syari&#8217;at dan &#8216;aqidah dengan munculnya Al Hadits palsu. Para sahabat dan tabi&#8217;in ini sangat mengenal betul pihak-pihak yang melibatkan diri dan yang terlibat dalam permusuhan tersebut, sehingga jika ada Al Hadits baru yang belum pernah dimiliki sebelumnya diteliti secermat-cermatnya siapa-siapa yang menjadi sumber dan pembawa Al Hadits itu. Maka pada masa pemerintahan Khalifah &#8216;Umar bin &#8216;Abdul &#8216;Aziz sekaligus sebagai salah seorang tabi&#8217;in memerintahkan penghimpunan Al Hadits. Masa ini terjadi pada abad 2 H, dan Al Hadits yang terhimpun belum dipisahkan mana yang merupakan Al Hadits marfu&#8217; dan mana yang mauquf dan mana yang maqthu&#8217;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Masa_Pendiwanan_dan_Penyusunan" name="Masa_Pendiwanan_dan_Penyusunan"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Masa Pendiwanan dan Penyusunan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=17"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Masa Pendiwanan dan Penyusunan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Abad 3 H merupakan masa pendiwanan (pembukuan) dan penyusunan Al Hadits. Guna menghindari salah pengertian bagi umat Islam dalam memahami Hadits sebagai prilaku Nabi Muhammad, maka para ulama mulai mengelompokkan Hadits dan memisahkan kumpulan Hadits yang termasuk marfu&#8217; (yang berisi perilaku Nabi Muhammad), mana yang mauquf (berisi prilaku sahabat) dan mana yang maqthu&#8217; (berisi prilaku tabi&#8217;in). Usaha pembukuan Al Hadits pada masa ini selain telah dikelompokkan (sebagaimana dimaksud diatas) juga dilakukan penelitian Sanad dan Rawi-rawi pembawa beritanya sebagai wujud tash-hih (koreksi/verifikasi) atas Al Hadits yang ada maupun yang dihafal. Selanjutnya pada abad 4 H, usaha pembukuan Hadits terus dilanjutkan hingga dinyatakannya bahwa pada masa ini telah selesai melakukan pembinaan maghligai Al Hadits. Sedangkan abad 5 hijriyah dan seterusnya adalah masa memperbaiki susunan kitab Al Hadits seperti menghimpun yang terserakan atau menghimpun untuk memudahkan mempelajarinya dengan sumber utamanya kitab-kitab Al Hadits abad 4 H.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Kitab-kitab_Hadits" name="Kitab-kitab_Hadits"></a><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Kitab-kitab Hadits" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=18"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Kitab-kitab Hadits</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Berdasarkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits#Pembentukan_dan_Sejarahnya"><span style="color:blue;">masa penghimpunan Al Hadits</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Abad_ke_2_H" name="Abad_ke_2_H"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Abad ke 2 H" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=19"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Abad ke 2 H</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Beberapa kitab yang terkenal :</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="Al Muwaththa" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al_Muwaththa&amp;action=edit"><span style="color:blue;">Al Muwaththa</span></a> oleh      <a title="Malik bin Anas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malik_bin_Anas"><span style="color:blue;">Malik bin Anas</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="Al Musnad" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al_Musnad&amp;action=edit"><span style="color:blue;">Al Musnad</span></a> oleh <a title="As Syafi'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/As_Syafi%27i"><span style="color:blue;">As Syafi&#8217;i</span></a> (tahun 150 &#8211; 204 H / 767 &#8211; 820 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="Mukhtaliful Hadist" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mukhtaliful_Hadist&amp;action=edit"><span style="color:blue;">Mukhtaliful Hadist</span></a> oleh <a title="As Syafi'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/As_Syafi%27i"><span style="color:blue;">As Syafi&#8217;i</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Jami&#8217; oleh Abdurrazzaq Ash Shan&#8217;ani</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Mushannaf Syu&#8217;bah oleh Syu&#8217;bah bin Hajjaj (tahun 82 &#8211;      160 H / 701 &#8211; 776 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Mushannaf Sufyan oleh Sufyan bin Uyainah (tahun 107 &#8211;      190 H / 725 &#8211; 814 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Mushannaf Al Laist oleh Al Laist bin Sa&#8217;ad (tahun 94 &#8211;      175 / 713 &#8211; 792 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">As Sunan Al Auza&#8217;i oleh Al Auza&#8217;i (tahun 88 &#8211; 157 / 707      &#8211; 773 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">As Sunan Al Humaidi (wafat tahun 219 H / 834 M)</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Dari kesembilan kitab tersebut yang sangat mendapat perhatian para &#8216;lama hanya tiga, yaitu Al Muwaththa&#8217;, Al Musnad dan Mukhtaliful Hadist. Sedangkan selebihnya kurang mendapat perhatian akhirnya hilang ditelan zaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Abad_ke_3_H" name="Abad_ke_3_H"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Abad ke 3 H" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=20"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Abad ke 3 H</span></strong></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Musnadul Kabir oleh Ahmad bin Hambal dan 3 macam      lainnya yaitu Kitab Shahih, Kitab Sunan dan Kitab Musnad yang      selengkapnya :</span></li>
</ul>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="Shahih Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shahih_Bukhari"><span style="color:blue;">Al Jami&#8217;ush Shahih Bukhari</span></a> oleh <a title="Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukhari"><span style="color:blue;">Bukhari</span></a> (194-256 H / 810-870 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="Shahih Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shahih_Muslim"><span style="color:blue;">Al Jami&#8217;ush Shahih Muslim</span></a> oleh <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim"><span style="color:blue;">Muslim</span></a> (204-261 H / 820-875 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="As Sunan Ibnu Majah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=As_Sunan_Ibnu_Majah&amp;action=edit"><span style="color:blue;">As Sunan Ibnu Majah</span></a> oleh <a title="Ibnu Majah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Majah"><span style="color:blue;">Ibnu Majah</span></a> (207-273 H / 824-887 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="As Sunan Abu Dawud" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=As_Sunan_Abu_Dawud&amp;action=edit"><span style="color:blue;">As Sunan Abu Dawud</span></a> oleh <a title="Abu Dawud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Dawud"><span style="color:blue;">Abu Dawud</span></a> (202-275 H / 817-889 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="As Sunan At Tirmidzi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=As_Sunan_At_Tirmidzi&amp;action=edit"><span style="color:blue;">As Sunan At Tirmidzi</span></a> oleh <a title="At Tirmidzi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/At_Tirmidzi"><span style="color:blue;">At Tirmidzi</span></a> (209-279 H / 825-892 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="As Sunan Nasai" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=As_Sunan_Nasai&amp;action=edit"><span style="color:blue;">As Sunan Nasai</span></a> oleh <a title="An Nasai" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=An_Nasai&amp;action=edit"><span style="color:blue;">An Nasai</span></a> (225-303 H /      839-915 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="As Sunan Darimi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=As_Sunan_Darimi&amp;action=edit"><span style="color:blue;">As Sunan Darimi</span></a> oleh <a title="Darimi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Darimi&amp;action=edit"><span style="color:blue;">Darimi</span></a> (181-255 H /      797-869 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Muntaqa oleh Ibnu Jarud (wafat 307 H / 920 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Musnad Al Humaidi oleh Ali Madaini (161-234 H /      777-848 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Musnad Al Bazar oleh Al Bazar (wafat 290 H / 905 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Musnad Baqi bin Mukhlad oleh Baqi bin Mukhlad      (131-176 H / 846-889 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Musnad Ibnu Rahawaih oleh Ibnu Rahawaih (161-238 H /      778-852 M)</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Sekumpulan kitab dari nomor 1 s/d 6 ini sering disebut sebagai <strong>kutubus sittah</strong> (kitab yang enam).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Abad_ke_4_H" name="Abad_ke_4_H"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Abad ke 4 H" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=21"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Abad ke 4 H</span></strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Mu&#8217;jamul Kabir oleh Ath Thabarani (260-340 H /      873-952 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Mu&#8217;jamul Ausath oleh Ath Thabarani (260-340 H /      873-952 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Mu&#8217;jamush Shaghir oleh Ath Thabarani (260-340 H /      873-952 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Mustadrak oleh Al Hakim (321-405 H / 933-1014 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Ash Shahih oleh Ibnu Khuzaimah (233-311 H / 838-924 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">At Taqasim wal Anwa&#8217; oleh Abu Awwanah (wafat 316 H /      928 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">As Shahih oleh Abu Hatim bin Hibban (wafat 354 H/ 965      M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Muntaqa oleh Ibnu Sakan (wafat 353 H / 964 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">As Sunan oleh Ad Daruquthni (306-385 H / 919-995 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Mushannaf oleh Ath Thahawi (239-321 H / 853-933 M)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Musnad oleh Ibnu Nashar Ar Razi (wafat 301 H / 913      M)</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Abad_ke_5_H_dan_selanjutnya" name="Abad_ke_5_H_dan_selanjutnya"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Abad ke 5 H dan selanjutnya" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=22"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Abad ke 5 H dan selanjutnya</span></strong></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Hasil penghimpunan</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Bersumber dari kutubus sittah saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Jami&#8217;ul Ushul oleh Ibnu Atsir Al Jazari (556-630 H / 1160-1233 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Tashiful Wushul oleh Al Fairuz Zabadi (? &#8211; ? H / ? &#8211; 1084 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Bersumber dari kkutubus sittah dan kitab lainnya, yaitu Jami&#8217;ul Masanid oleh Ibnu Katsir (706-774 H / 1302-1373 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Bersumber dari selain kutubus sittah, yaitu Jami&#8217;ush Shaghir oleh As Sayuthi (849-911 H / 1445-1505 M)</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Hasil pembidangan</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> (mengelompokkan ke dalam bidang-bidang)</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Kitab Al Hadits Hukum, diantaranya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Sunan oleh Ad Daruquthni (306-385 H / 919-995 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">As Sunannul Kubra oleh Al Baihaqi (384-458 H / 994-1066 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>3.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Imam oleh Ibnul Daqiqil &#8216;Id (625-702 H / 1228-1302 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>4.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Muntaqal Akhbar oleh Majduddin Al Hirani (? &#8211; 652 H / ? &#8211; 1254 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>5.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Bulughul Maram oleh Ibnu Hajar Al Asqalani (773-852 H / 1371-1448 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>6.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">&#8216;Umdatul Ahkam oleh &#8216;Abdul Ghani Al Maqdisi (541-600 H / 1146-1203 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>7.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Muharrar oleh Ibnu Qadamah Al Maqdisi (675-744 H / 1276-1343 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Kitab Al Hadits Akhlaq</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">At Targhib wat Tarhib oleh Al Mundziri (581-656 H / 1185-1258 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="Riyadhus Shalihin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riyadhus_Shalihin"><span style="color:blue;">Riyadhus Shalihin</span></a> oleh Imam Nawawi (631-676 H / 1233-1277 M)</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Syarah</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> (semacam tafsir untuk Al Hadist)</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Untuk Shahih Bukhari terdapat Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Asqalani (773-852 H / 1371-1448 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Untuk Shahih Muslim terdapat Minhajul Muhadditsin oleh Imam Nawai (631-676 H / 1233-1277 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>3.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Untuk Shahih Muslim terdapat Al Mu&#8217;allim oleh Al Maziri (wafat 536 H / 1142 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>4.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Untuk Muntaqal Akhbar terdapat Nailul Authar oleh As Syaukani (wafat 1250 H / 1834 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>5.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Untuk Bulughul Maram terdapat Subulussalam oleh Ash Shan&#8217;ani (wafat 1099 H / 1687 M)</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Mukhtashar</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> (ringkasan)</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Untuk Shahih Bukhari diantaranya Tajridush Shahih oleh Al Husain bin Mubarrak (546-631 H / 1152-1233 M)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Untuk Shahih Muslim diantaranya Mukhtashar oleh Al Mundziri (581-656 H / 1185-1258 M)</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Lain-lain</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Kitab Al Kalimatul Thayyib oleh Ibnu Taimiyah (661-728 H / 1263-1328 M) berisi <a title="Hadits Qudsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits_Qudsi"><span style="color:blue;">Al Hadits Qudsi</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Kitab Al Mustadrak oleh Al Hakim (321-405 H / 933-1014 M) berisi Al Hadits yang dipandang shahih menurut syarat Bukhari atau Muslim dan menurut dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Beberapa_istilah_dalam_ilmu_hadits" name="Beberapa_istilah_dalam_ilmu_hadits"></a><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Beberapa istilah dalam ilmu hadits" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=23"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Beberapa istilah dalam ilmu hadits</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Berdasarkan siapa yang meriwayatkan, terdapat beberapa istilah yang dijumpai pada ilmu hadits antara lain:</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Muttafaq Alaih (disepakati atasnya) yaitu hadits yang      diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang      sama, dikenal dengan <em>Hadits Bukhari dan Muslim</em></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">As Sab&#8217;ah berarti tujuh perawi yaitu: <a title="Imam Ahmad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ahmad"><span style="color:blue;">Imam Ahmad</span></a>, <a title="Imam Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari"><span style="color:blue;">Imam Bukhari</span></a>, <a title="Imam Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Muslim"><span style="color:blue;">Imam Muslim</span></a>, <a title="Imam Abu Daud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Abu_Daud"><span style="color:blue;">Imam Abu Daud</span></a>, <a title="Imam Turmudzi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Turmudzi"><span style="color:blue;">Imam Turmudzi</span></a>, <a title="Imam Nasa'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Nasa%27i"><span style="color:blue;">Imam Nasa&#8217;i</span></a> dan <a title="Imam Ibnu Majah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ibnu_Majah"><span style="color:blue;">Imam Ibnu Majah</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">As Sittah maksudnya enam perawi yakni mereka yang      tersebut diatas selain Ahmad bin Hambal</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Khamsah maksudnya lima perawi yaitu mereka yang      tersebut diatas selain Imam Bukhari dan Imam Muslim</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Al Arba&#8217;ah maksudnya empat perawi yaitu mereka yang      tersebut di atas selain Ahmad, Imam Bukhari dan Imam Muslim</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Ats Tsalatsah maksudnya tiga perawi yaitu mereka yang      tersebut di atas selain Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Referensi" name="Referensi"></a><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Referensi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=24"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Referensi</span></strong></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Introduction to the Science of Hadith Classification by      Shaikh (Dr.) Suhaib Hassan <a title="http://www.ahya.org/amm/modules.php?name=Sections&amp;op=viewarticle&amp;artid=7&amp;page=1" href="http://www.ahya.org/amm/modules.php?name=Sections&amp;op=viewarticle&amp;artid=7&amp;page=1"><span style="color:blue;">[1]</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Pengetahuan Dasar tentang Pokok-pokok Ajaran Islam      (A/B) oleh Mh. Amin Jaiz</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">Metodologi Kritik Matan Hadis oleh Dr. Salahudin ibn      Ahmad al-Adlabi, terjamahan, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Istimewa:Sumber_buku&amp;isbn=9795780476"><span style="color:blue;">ISBN 979-578-047-6</span></a></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Pranala_luar" name="Pranala_luar"></a><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[<a title="Pranala luar" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadits&amp;action=edit&amp;section=25"><span style="color:blue;">sunting</span></a>] Pranala luar</span></strong></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Courier New';">(id)</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="http://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg02893.html" href="http://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg02893.html"><span style="color:blue;">Musthohalul hadits, Istilah-istilah hadits. Milis      Assunnah</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Courier New';">(id)</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="http://pks-anz.org/modules.php?op=modload&amp;name=News&amp;file=article&amp;sid=791" href="http://pks-anz.org/modules.php?op=modload&amp;name=News&amp;file=article&amp;sid=791"><span style="color:blue;">Hadits Ahad, Ust. Ahmad Syarwat, Lc.</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Courier New';">(id)</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&amp;task=category&amp;sectionid=1&amp;id=4&amp;Itemid=12" href="http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&amp;task=category&amp;sectionid=1&amp;id=4&amp;Itemid=12"><span style="color:blue;">Belajar Hadits di Media Muslim INFO</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Courier New';">(id)</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="http://al-ilmu.com/books/category.php?catid=7" href="http://al-ilmu.com/books/category.php?catid=7"><span style="color:blue;">Buku Tema Hadits di Al-Ilmu.Com</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Courier New';">(en)</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="http://www.ahya.org/amm/modules.php?name=Sections&amp;op=viewarticle&amp;artid=7&amp;page=1" href="http://www.ahya.org/amm/modules.php?name=Sections&amp;op=viewarticle&amp;artid=7&amp;page=1"><span style="color:blue;">Introduction to the Science of Hadith Classification by      Shaikh (Dr.) Suhaib Hassan</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Courier New';">(en)</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/" href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/"><span style="color:blue;">A collection of the ahadith in Sahih Bukhari</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Courier New';">(en)</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"><a title="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/" href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/"><span style="color:blue;">A collection of the ahadith in Sahih Muslim</span></a></span></li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysalman.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysalman.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysalman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysalman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysalman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysalman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mysalman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mysalman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mysalman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mysalman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysalman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysalman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysalman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysalman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysalman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysalman.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysalman.wordpress.com&amp;blog=1301700&amp;post=9&amp;subd=mysalman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysalman.wordpress.com/2007/09/03/periwayat-hadits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Salman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/salman/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/30px-Wiki_letter_w.svg.png</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
